Fitrah Bukan Menjadi Alasan untuk Maksiat

20 Feb 2026, 05:57 MAN 1 Yogyakarta 54

this used to be photo

Cinta adalah fitrah yang dimiliki setiap manusia. Rasa kagum dapat muncul terhadap lawan jenis, baik karena akhlaknya, fisiknya, kecerdasannya, maupun bakat yang dimilikinya. Rasa kagum itu terkadang membuat kita seolah-olah dibawa mengelilingi langit, seakan dunia hanyalah milik berdua.

Namun, bagaimana jika perasaan yang muncul bukan semata-mata karena Allah? Bagaimana jika perasaan yang kita miliki justru datang dari setan?

Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surah Az-Zariyat ayat 49:

وَمِن كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Artinya:
"Dan dari segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat (kebesaran Allah)."

Surah Az-Zariyat ayat 49 menegaskan bahwa segala sesuatu diciptakan berpasang-pasangan agar manusia dapat mengingat kebesaran-Nya. Ayat ini memberikan pemahaman bahwa pasangan hidup adalah salah satu rancangan Allah untuk menunjukkan keagungan-Nya. Pasangan merupakan anugerah yang perlu diapresiasi dan patut disyukuri.

Namun, bagaimana jika perasaan, rasa cinta, dan rasa kagum terhadap lawan jenis justru datang dari setan?

Perasaan yang berasal dari setan hanya akan membawa dampak buruk bagi manusia. Seseorang tidak lagi merasa enggan untuk bermaksiat, bahkan dengan percaya diri memperlihatkannya kepada khalayak umum. Perasaan yang tidak muncul karena Allah hanya akan membawa kesengsaraan, keterpurukan, dan penyesalan yang akan dirasakan di kemudian hari.

Maka dari itu, setidaknya ada empat cara terbaik yang dapat kita lakukan agar terhindar dari masuknya setan ke dalam hati kita:

1. Mendekatkan diri kepada Allah dan memohon perlindungan kepada-Nya. Memohon perlindungan hanya kepada Allah Azza wa Jalla, Dzat Yang Maha Memberi petunjuk dan melindungi siapa pun hamba-Nya yang ingin mendapatkannya.

2. Fokus pada hal-hal yang bermanfaat sehingga dapat menghindarkan diri dari hal-hal yang berkaitan dengan maksiat.

3. Menyadari bahwa kita adalah manusia dan seorang hamba yang harus menjaga harga diri serta menghormati kehormatan orang lain.

4. Selalu berusaha memperbaiki diri, bukan untuk menjadi yang terbaik, tetapi untuk menjadi lebih baik. (aik)


Bagikan Artikel :


Berita Yang Lain

Koperasi MAN 1 Yogyakarta Dinilai Tertib dalam Pengawasan Eksternal
02 Apr 2026, 10:18

Perkuat Kinerja dan Inovasi, MAN 1 Yogyakarta Hadiri Raker Kemenag Kota Yogyakarta
02 Apr 2026, 09:26

Persiapan Sejak Dini, Antar Farell, Murid MAN 1 Yogyakarta Lolos SNBP UPN Yogyakarta
02 Apr 2026, 07:33

Dari Pencarian Panjang, Naura dari MAN 1 Yogyakarta Lolos ke MKP UGM
02 Apr 2026, 07:31

Murid MAN 1 Yogyakarta Lolos Teknik Kimia UGM, Buah Konsistensi Sejak Kelas X
02 Apr 2026, 07:29

Translate this website: