Menjadi salah satu murid di kelas XII peminatan Bahasa MAN 1 Yogyakarta bukan berarti tidak bisa menjadi mahasiswa seni di perguruan tinggi seni. Kendati dalam kesehariannya mereka mempelajari ilmu budaya, bahasa, dan humaniora, ternyata panggilan seni tetap bisa diikuti. Itulah yang sekarang terjadi pada dua murid kelas XII A MAN 1 Yogyakarta, Salwa Salsabila El Jauza Mahbubati yang dinyatakan diterima di S1 Desain Interior, Institut Seni Indonesia (ISI Yogyakarta) dan Talitha Aulia Rahma, di jurusan Desain Komunikasi Visual, ISI Yogyakarta, juga. Keduanya merupakan murid yang terjaring dalam program murid eligible MAN 1 Yogyakarta sehingga mendapatkan kesempatan mengikuti SNBP, seleksi mahasiswa berdasarkan prestasi nonakademik.
Bagi Salwa Salsabila El Jauza Mahbubati, ini adalah anugerah Allah yang telah diharapkannya.
"Saya senang sekali bisa lolos, tidak ada alumni, dan tidak pakai sertifikat, tetapi bisa lolos seleksi. Bahagia dan senang juga bisa membuka jalur untuk adik-adik kelas." Billa, begitu panggilannya, menambahkan,

"Strategi saya dalam mengejar untuk eligible itu dari kelas 11, sewaktu sudah masuk kelas sesuai peminatan masing-masing. Jadi memang untuk nilai-nilai saya maksimalkan sebisa saya dari awal. Saya sebenarnya memang punya passion dan skill dalam hal mendesain, tetapi saya juga sempat pikir-pikir, dunia itu terus berkembang, apalagi teknologinya, pasti kebutuhan untuk tata ruang yang nyaman dan fungsional masih sangat dibutuhkan. Jadi ini campuran antara passion dengan peluang industri."
Bila tak lupa menambahkan bagaimana kesukaannya dalam coret-coret. Billa sempat kaget ketika saat tes diminta menggambar suasana diharuskan juga menggambar sepeda, sementara Billa sendiri merasa bingung bagaimana menggambarnya, syukur alhamdulillah, ternyata Billa bisa.
Sementara itu Thalita Aulia Rahma yang lolos di jurusan DKV ISI, merasa sangat bahagia dan bangga dapat diterima di jurusan tersebut.
"Saya memilih jurusan Desain Komunikasi Visual karena sejak lama saya memiliki minat yang besar di bidang ilustrasi, yang juga sudah menjadi hobi saya sejak lama.
Selama bersekolah di MAN 1 Yogyakarta, saya semakin menyadari bahwa saya ingin mengembangkan kemampuan tersebut secara lebih lanjut dan menjadikannya sebagai jalur pendidikan saya secara lebih mendalam. Strategi saya selama ini adalah dengan terus melatih kemampuan menggambar secara konsisten, belajar dari berbagai referensi dan sumber, serta membangun portofolio karya yang menarik dan personal.”
Ia menambahkan, “Untuk kedepannya, saya berharap bisa berkembang manjadi ilustrator profesional yang mampu menghasilkan karya visual yang bermakna dan disukai oleh banyak orang, serta terus mengembangkan kemampuan saya di bidang industri kreatif.” (wk)