Bantul (MAN 1 Yogya) – Program Syiar Santri Kelompok 2 resmi dimulai pada Sabtu (21/02/2026) dengan rangkaian kegiatan yang sarat nilai ibadah dan edukasi. Bertempat di Mushola As-Syuhada RT 2 Padukuhan Kwasen, kegiatan diawali dengan amalan rutin warga yang telah menjadi tradisi penuh keberkahan.
Sabtu pagi tersebut diisi dengan pembacaan Surah Yasin, Surah Al-Waqiah, surat-surat pendek Juz 30, serta lantunan Asmaul Husna. Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan menyelimuti mushola, mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan warga dalam menjaga dan menghidupkan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan sambutan dari Bapak Syamsul Huda selaku pemimpin kegiatan sekaligus pengurus Mushola As-Syuhada RT 2. Dalam pesannya, beliau menyampaikan harapan agar amalan rutin Sabtu pagi ini terus istiqamah dilaksanakan sebagai ikhtiar meraih keberkahan rezeki, ketenteraman hidup, serta keselamatan dunia dan akhirat.
Memasuki sore hari, kegiatan berlanjut dengan pengajaran di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Mushola As-Syuhada menjelang waktu berbuka puasa. Kelompok 2 berkolaborasi dengan Kelompok 6 menghadirkan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Materi yang disampaikan meliputi tata cara berwudu yang benar serta pengenalan kosakata Bahasa Inggris dan Bahasa Arab.
Dalam penyampaian materi wudu, digunakan metode kreatif “Tepuk Wudu” yang membantu anak-anak memahami sekaligus menghafal urutan wudu dengan lebih mudah. Sementara itu, pada sesi bahasa, peserta didik diajak mengenal kosakata bertema keluarga dan istilah sehari-hari yang dekat dengan kehidupan mereka. Pendekatan ini membuat suasana belajar terasa ringan, komunikatif, dan penuh keceriaan.

Antusiasme anak-anak TPA terlihat jelas sepanjang kegiatan. Mereka aktif bertanya, menjawab, serta mengikuti setiap instruksi dengan semangat. Hal ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang variatif mampu menumbuhkan minat belajar sekaligus memperkuat pemahaman mereka terhadap materi keagamaan dan bahasa.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, H. Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., turut memberikan apresiasi atas pelaksanaan program Syiar Santri ini. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata penguatan karakter peserta didik melalui pengabdian langsung kepada masyarakat.
Menurutnya, program seperti Syiar Santri tidak hanya melatih kompetensi akademik, tetapi juga membangun kepemimpinan, kepedulian sosial, serta semangat dakwah yang santun dan membumi. “Kami berharap kegiatan ini mampu membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan sosial,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan hari pertama ditutup dengan tadarus Al-Qur’an ba’da tarawih yang rutin dilaksanakan di Mushola As-Syuhada dan dihadiri oleh warga sekitar.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Program Syiar Santri diharapkan terus menjadi jembatan kebaikan antara madrasah dan masyarakat, memperkuat amalan ibadah, serta menumbuhkan semangat berbagi ilmu kepada generasi muda secara berkelanjutan. (H.A/tmz)