Bumbu, dan Tawa,: Kehangatan dari Dapur Iduladha MAN 1 Yogyakarta

30 May 2026, 08:31 MAN 1 Yogyakarta 45

this used to be photo

Yogyakarta (MAN 1 Yogya) – Tidak semua kesibukan Iduladha terjadi di sekitar lokasi penyembelihan hewan kurban. Di sudut lain kampus MAN 1 Yogyakarta, tepatnya di lapangan badminton, aroma tongseng yang sedang dimasak bercampur dengan suara canda dan obrolan hangat para guru dan tenaga kependidikan. Di tempat inilah panitia konsumsi Iduladha 1447 H bekerja bersama, mengubah sebagian kecil daging kurban menjadi hidangan yang akan dinikmati bersama sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan.

Sejak pagi, anggota panitia konsumsi tampak sibuk membagi tugas. Ada yang menyiapkan bumbu, memotong bahan masakan, mengatur peralatan dapur, hingga mengawasi proses memasak. Dengan semangat gotong royong, mereka mengolah sebagian kecil daging kurban menjadi berbagai menu khas yang menggugah selera, seperti nasi, sup daging, kicik, tongseng, tempe goreng, sambal, dan kerupuk.

Berbeda dengan kegiatan konsumsi pada umumnya yang sering luput dari perhatian, dapur Iduladha tahun ini justru menjadi salah satu ruang yang memperlihatkan kuatnya semangat kebersamaan di lingkungan madrasah. Di sela-sela kesibukan memasak, para guru dan tenaga kependidikan tampak saling membantu dan berbagi tugas sehingga pekerjaan yang cukup besar dapat diselesaikan dengan lancar.

Koordinator konsumsi, Hj. Yayuk Istirokhah, S.Ag., menyampaikan bahwa kegiatan memasak bersama merupakan bagian dari tradisi kebersamaan yang selalu dijaga dalam setiap pelaksanaan Iduladha di MAN 1 Yogyakarta. Sambil berkelakar, Yayuk melanjutkan bahwa dibalik setiap hidangan yang tersaji, ada kerja sama, keikhlasan, dan rasa kekeluargaan yang dibangun bersama. “Kami ingin memastikan seluruh panitia yang telah bekerja sejak pagi dapat menikmati hidangan dengan nyaman sekaligus merasakan hangatnya kebersamaan pada momen Iduladha ini,” ujar Yayuk. Menurut Hj. Yayuk, proses memasak bersama juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga madrasah yang sehari-hari disibukkan oleh tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi kepada seluruh panitia konsumsi yang telah berkontribusi dalam menyukseskan rangkaian kegiatan Iduladha 1447 H. Menurut Edi, setiap bagian dalam kegiatan Iduladha memiliki peran yang sama pentingnya. Panitia konsumsi tidak hanya menyiapkan makanan, tetapi juga menghadirkan suasana kekeluargaan yang menjadi salah satu nilai utama dalam perayaan Iduladha. “Saya mengapresiasi dedikasi dan semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh seluruh panitia,” ungkap Edi.

Menjelang siang, berbagai hidangan yang telah selesai dimasak kemudian disajikan untuk dinikmati bersama oleh guru dan tenaga kependidikan. Momen makan bersama tersebut menjadi penutup yang hangat setelah rangkaian kegiatan penyembelihan, pengemasan, dan distribusi daging kurban yang berlangsung sejak pagi.

Melalui dapur sederhana yang berdiri di lapangan badminton, MAN 1 Yogyakarta kembali menunjukkan bahwa nilai-nilai Iduladha tidak hanya tercermin dalam ibadah kurban dan berbagi kepada sesama, tetapi juga dalam semangat pengabdian, kerja sama, dan kebersamaan yang tumbuh di antara warga madrasah. Di antara aroma masakan yang mengepul dan tawa yang menghangatkan suasana, tersimpan pelajaran berharga tentang arti melayani dan merawat kebersamaan sebagai satu keluarga besar MAN 1 Yogyakarta. (luf)


Bagikan Artikel :


Berita Yang Lain

Bumbu, dan Tawa,: Kehangatan dari Dapur Iduladha MAN 1 Yogyakarta
30 May 2026, 08:31

Asap Dapur Reda, MAN 1 Yogyakarta Adakan Lomba Kebersihan Kelas
30 May 2026, 08:30

MAN 1 Yogyakarta Meriahkan Iduladha dengan Adu Kreativitas, Rasa, dan Inovasi
30 May 2026, 08:28

Mengemas Daging Kurban: MAN 1 Yogyakarta Tanamkan Nilai Gotong Royong
30 May 2026, 08:27

Satukan Edukasi dan Ibadah, MAN 1 Yogyakarta Gelar Praktik Penyembelihan Kurban
30 May 2026, 07:14

Translate this website: