Sleman (MAN 1 Yogya) – Suasana kebersamaan terasa hangat dalam kegiatan buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh murid kelas XI A MAN 1 Yogyakarta, Selasa (03/03/2006). Kegiatan yang dimulai pukul 16.30 WIB di Restoran Lombok Idjo menjadi momentum bagi para murid untuk mempererat silaturahmi sekaligus menghidupkan nilai-nilai kebersamaan di bulan suci Ramadan.
Dalam kesempatan tersebut, pelaksana MC, Muthia mempersilakan Wali kelas XI A, Lilis Ummi Fa’iezah, M.A., untuk memberikan sambutannya. Lilis menyampaikan bahwa kegiatan buka bersama bukan sekadar agenda makan bersama, tetapi juga menjadi sarana membangun kedekatan dan kebersamaan di antara murid. “Kegiatan seperti ini penting untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan saling mengenal lebih dekat di antara murid. Ramadan memberi kita kesempatan untuk mempererat silaturahmi sekaligus belajar memperbaiki diri,” ujar Lilis.
Menjelang waktu berbuka puasa, kegiatan diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustaz Asra Al Habib. Dalam tausiyah tersebut, Ustaz Asra menyampaikan tentang empat golongan manusia yang dirindukan oleh surga, yaitu orang yang gemar membaca Al-Qur’an, menjaga lisannya, memberi makan kepada orang yang membutuhkan, serta menjalankan puasa Ramadan dengan penuh keikhlasan. “Orang yang dekat dengan Al-Qur’an, menjaga lisannya dari perkataan yang tidak baik, gemar berbagi kepada sesama, dan berpuasa dengan penuh keikhlasan adalah golongan manusia yang dirindukan oleh surga,” tutur Ustaz Asra.
.jpeg)
Ustadz Asra juga mengajak para murid untuk menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah. Ustaz yang saat ini menempuh S2 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, mengatakan bahwa Ramadan adalah kesempatan bagi kita semua, khususnya generasi muda untuk melatih kesabaran, mengendalikan diri, dan memperbaiki akhlak agar menjadi pribadi yang lebih baik.
Setelah tausiyah, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustaz Asra dan berbuka puasa. Para murid kemudian melaksanakan salat Magrib di musala restauran dan dilanjutkan dengan ramah tamah dalam suasana penuh keakraban. Momen sederhana ini menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang merawat kebersamaan, kepedulian, dan akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari. (luf)