Book Talk Bangun Budaya Literasi Murid MAN 1 Yogyakarta

22 Sep 2026, 07:17 MAN 1 Yogyakarta 9

this used to be photo

Yogyakarta (MAN 1 Yogya) — Antusiasme murid kelas X dan XI MAN 1 Yogyakarta mewarnai kegiatan Book Talk yang digelar di kelas masing-masing pada Senin (21/9/2026) pagi. Didampingi wali kelas, murid berbagi pengalaman membaca dan berdiskusi tentang buku yang mereka pilih sebagai bagian dari Gerakan MANSA Membaca: Satu Bulan Satu Buku.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya madrasah menumbuhkan minat baca sekaligus membangun budaya literasi yang berkelanjutan. Melalui Book Talk, membaca tidak berhenti pada aktivitas memahami isi buku, tetapi berlanjut menjadi kesempatan untuk berbagi pengetahuan, menyampaikan gagasan, dan bertukar perspektif.

Dalam pelaksanaannya, murid memilih buku sesuai minat, baik fiksi maupun nonfiksi. Setelah membaca, mereka menyiapkan materi yang mencakup identitas buku, gambaran umum isi, bagian menarik, pesan atau nilai yang diperoleh, serta alasan buku tersebut layak dibaca.

Murid kemudian mempresentasikan hasil bacaannya secara lisan di hadapan teman-teman sekelas. Suasana kegiatan berlangsung antusias. Teman-teman yang menyimak juga mendapat kesempatan mengajukan pertanyaan, memberikan tanggapan, dan menyampaikan pendapat.

Interaksi tersebut menjadikan Book Talk lebih dari sekadar presentasi satu arah. Murid belajar menyampaikan informasi secara runtut sekaligus menyimak dan menghargai sudut pandang orang lain. Rekomendasi bacaan dari teman juga membuka peluang bagi murid untuk mengenal buku dan tema yang lebih beragam.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Gerakan MANSA Membaca: Satu Bulan Satu Buku. Pelaksanaannya dijadwalkan pada Senin terakhir setiap bulan atau menyesuaikan agenda madrasah. Melalui program tersebut, Tim Literasi mendorong murid membangun kebiasaan membaca secara rutin dan mandiri, bukan semata-mata untuk memenuhi tugas.

Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas antusiasme murid dalam mengikuti kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, kami senang melihat antusiasme murid dalam kegiatan Book Talk. Membaca bukan hanya tentang menyelesaikan sebuah buku, tetapi juga bagaimana murid bisa mengambil pelajaran, mengolah informasi, dan membagikannya kepada orang lain. Kami berharap kegiatan ini menjadi kebiasaan baik yang terus tumbuh, sehingga membaca menjadi bagian dari keseharian murid, bukan sekadar kegiatan di madrasah,” ungkap Edi.

Selain menumbuhkan minat baca, Book Talk juga menjadi ruang untuk mengembangkan keterampilan komunikasi, berpikir kritis, dan kepercayaan diri. Saat menyampaikan isi buku, murid berlatih berbicara di depan orang lain; saat menyimak teman, mereka belajar menangkap informasi dan menghargai perbedaan pendapat.

Program ini turut memperkuat peran perpustakaan sebagai ruang belajar yang hidup. Buku tidak hanya menjadi koleksi untuk dibaca atau dipinjam, tetapi juga sumber pengetahuan yang dapat dibagikan dan didiskusikan. Pengalaman serta rekomendasi bacaan murid dapat membantu memperkenalkan koleksi perpustakaan kepada teman-temannya.

Melalui Book Talk, MAN 1 Yogyakarta berupaya membangun lingkungan belajar yang aktif, komunikatif, dan menyenangkan. Dari satu buku yang dibaca, murid memperoleh kesempatan untuk berbagi cerita, memperluas wawasan, dan menginspirasi teman agar ikut membaca. (dee)


Bagikan Artikel :


Berita Yang Lain

Wakili Kota Yogyakarta di Tingkat DIY, Jacinda MAN 1 Yogyakarta Raih Juara Harapan 2 Geguritan
22 Sep 2026, 08:15

MAN 1 Yogyakarta Ikuti Perkamuda DIY 2026, Perkuat Pendidikan Kepramukaan
22 Sep 2026, 07:38

Book Talk Bangun Budaya Literasi Murid MAN 1 Yogyakarta
22 Sep 2026, 07:17

MAN 1 Yogyakarta Raih Juara Umum PKM Kota 2026, Boyong 26 Piala Kejuaraan
21 Sep 2026, 11:46

Waka Humas MAN 1 Yogyakarta Tancap Gas 'Begal' Akses Literasi Moderasi di Kemenag Pusat
21 Sep 2026, 09:59

Translate this website: