Yogyakarta (MAN 1 Yogya) – Madrasah Aliyah Negeri 1 Yogyakarta mengawali aktivitas pagi pada hari Senin (6/4/2026) dengan kegiatan pengajian rutin yang disiarkan melalui ruang audio madrasah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh murid, guru, dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari pembinaan spiritual pasca bulan suci Ramadan.
Pengajian pagi kali ini mengangkat tema “Meningkatkan Kualitas Diri Pasca Ramadan”, yang disampaikan oleh Hilman Abdullah, S.Hum., selaku guru Bahasa Arab MAN 1 Yogyakarta sekaligus musyrif MAN Program Keagamaan (MAN PK).
Dalam kajiannya, pemateri menekankan bahwa Ramadan bukan sekadar rutinitas ibadah tahunan, melainkan sebuah proses pembentukan karakter dan peningkatan kualitas diri. Ia mengingatkan agar murid tidak menjadi “muslim musiman” yang hanya bersemangat dalam beribadah pada bulan Ramadan.
“Tujuan Ramadan bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi membentuk pribadi yang bertakwa dan mampu menjaga kualitas ibadah setelah Ramadan berlalu,” ungkapnya.
Lebih lanjut, beliau mengutip pemikiran ulama besar, Izzuddin bin Abdussalam, dalam kitab Maqāṣid ash-Ṣaum, yang menjelaskan bahwa puasa memiliki tujuan utama seperti menundukkan hawa nafsu, melatih kesabaran, serta melembutkan hati. Dengan demikian, keberhasilan Ramadan dapat diukur dari sejauh mana perubahan diri seseorang setelah bulan tersebut, beliau juga menyampaikan berapa poin penting diantaranya:
1. Ramadan merupakan training camp untuk membentuk pribadi yang lebih baik
2. Istiqamah dalam ibadah lebih utama daripada semangat sesaat
3. Tanda diterimanya amal Ramadan adalah adanya perubahan sikap dan kebiasaan
4. Pentingnya menjaga amalan kecil secara konsisten, seperti shalat tepat waktu dan membaca Al-Qur’an

Selain itu, pemateri juga mengajak para murid untuk melakukan refleksi diri serta berkomitmen menjaga kualitas ibadah dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan sekolah dan pergaulan.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., dalam tanggapannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan pengajian tersebut. Ia menilai bahwa penguatan nilai spiritual pasca Ramadan sangat penting dalam membentuk karakter peserta didik.
“Kegiatan ini sangat positif dalam menjaga semangat ibadah dan akhlak murid setelah Ramadan. Harapannya, nilai-nilai yang didapat tidak hanya berhenti pada kajian, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia juga berharap agar kegiatan pengajian pagi dapat terus menjadi budaya positif di lingkungan madrasah sebagai upaya membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual dan berakhlak mulia.
Dengan adanya kegiatan ini, MAN 1 Yogyakarta menunjukkan komitmennya dalam membina keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual bagi seluruh murid. (HA)