Ahmad Aufa Onnajiha, Siswa MANPK MAN 1 Yogyakarta Raih Juara 1 Kompetisi Esai Nasional

18 Aug 2020, 08:36 MAN 1 Yogyakarta 1066

this used to be photo

Yogyakarta (MAN 1 YK)— “Barangsiapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia” kadungan Al-Quran Surat Al-Maidah ayat 32 ini, menginspirasi pada setiap insan dan semua elemen masyarakat dan pemerintah untuk saling menjaga dan saling melindungi, agar penyeberan virus corona dapat ditekan, dan dihentikan, serta para korban(terdampak) virus ini mendapatkan pertolongan dengan segera.

Seperti yang diungkapkan dalam esai karya Ahmad Aufa Onnajiha siswa Madrasah Aliyah Negeri Program Keagamaan(MANPK) MAN 1 Yogyakarta. Karya siswa ini mampu meraih juara 1 Kompetisi Esai Nasional jenjang SMA/SMK/MA yang diselenggarakan Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada(UGM) Yogyakarta , Senin(17/08/2020) kemarin. Sementera itu juara 2 dan 3 di raih oleh Dida Allanuari Tribel (SMK Telkom Sidoarjo) dan Ni Komang Priscila Putri Iswandari (SMA Negeri Bali Madara).

Saat dihubungi, siswa yang akrab disapa Aufa ini menuturkan, berbagai studi kasus pelanggaran hak asasi manusia(HAM) yang terjadi pada masa "vakum vaksin" virus corona atau masa "Adaptasi Kebiasaan Baru". Penyelesaian persoalan ini dipecahkan dengan filsafat kemaslahatan berdasarkan filsafat agama (khususnya Islam).

Lanjutnya, mengikuti petunjuk Al-Quran Surat Al-Maidah ayat 32, dikatakan jika kita membunuh (menzalimi)seseorang maka itu seperti membunuh nilai kemanusiaan seluruhnya, jika memelihara kehidupan seseorang maka sama dengan menghidupkan nilai kemanusiaan seluruhnya.

“Nah, jadi kemaslahatan bersama itu adalah hal yang sangat penting di masa Pandemi, dengan itu bisa memulihkan segala aspek terdampak,”ungkap siswa kelahiran, Yogyakarta 21 Juni 2004, yang menyukai jurnalistik dan karya ilmiah remaja sejak kelas 1 SMP itu.

Menurutnya, salah satu solusi yang dapat diterapkan menghadapi krisis ini, adalah zakat, infak, sedekah, dan wakaf(ZISWAF). Pasalnya, menurut data Global Giving Index 2020 Indonesia nomor pertama negara terdermawan di dunia. Hal ini, didukung jumlah penduduk Islam di Indonesia terbanyak di dunia dan dorongan semangat religius dan ta’awun dari sila pertama Pancasila"Ketuhanan Yang Maha Esa".

“Mari kita utamakan kesehatan dan kemaslahatan bersama, karena itu mempercepat pemulihan berbagai aspek terdampak. Pelanggaran HAM di masa "vakum" vaksin corona itu karena ketakutan berlebihan sehingga mengabaikan maslahat bersama. Nah, jika keegoisan ini terus terjadi maka keadaan akan semakin sulit. Tingkatkan ziswaf dan kepedulian sosial,”pintanya.

Aufa menuturkan, prestasi yang diraih ini, tidaklah instant. Ia banyak membaca buku dan koran sumber referensi terpercaya dan independen. “Media informasinya juga harus memuat ilmu dan pemikiran kritis dan inovatif kedepan,”ujarnya.

Terangnya, Ide dan ilmu itu bagaikan kuda liar, yang kadang lari mendekat lalu menjauh. Menurut riset penelitian memang di otak manusia itu ada semacam "idea box" merupakan bagian otak yang merekam segala peristiwa yang melahirkan gagasan.

“Maka ikatlah "kuda" itu(ide dan ilmu) dengan karya yang abadi seperti tulisan, di zaman ini sangat bisa dengan media video dan podcast,”pungkasnya. (dzl)


Bagikan Artikel :


Berita Yang Lain

MAN 1 Yogyakarta Raih Juara Umum PKM Kota 2026, Boyong 26 Piala Kejuaraan
21 Sep 2026, 11:46

Waka Humas MAN 1 Yogyakarta Tancap Gas 'Begal' Akses Literasi Moderasi di Kemenag Pusat
21 Sep 2026, 09:59

Tampil Impresif di Depok, Waka Humas MAN 1 Yogyakarta Tebar Dampak dan Sabet Penghargaan
20 Sep 2026, 21:37

Bangkit dari Kekalahan, Abel MAN 1 Yogyakarta Raih Juara 1 Pidato Bahasa Inggris PKM
20 Sep 2026, 20:24

Saling Tumbuh dan Menginspirasi: MAN 1 Yogyakarta dan MAN 2 Kota Malang Jalin Kemitraan Strategis
20 Sep 2026, 20:19

Translate this website: